Rabu, 14 November 2012

pemimpin baru china


Xi Jinping, Pemimpin Baru Cina

TEMPO.CO, Beijing - Xi Jinping, 59 tahun, terpilih sebagai Ketua Partai Komunis Cina sekaligus Presiden Cina menggantikan pendahulunya, Hu Jintao, melalui kongres partai yang berlangsung pekan lalu.
Lelaki yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden ini dibesarkan di lingkungan partai sejak belia. Ia hampir tak pernah memperlihatkan diri di depan publik, termasuk saat kongres berlangsung.
 
"Kami tak tidak tahu apakah dia pernah berpikir soal ekonomi global atau pemanasan global. Bahkan rakyat Cina justru lebih mengenal istrinya, seorang penyanyi, daripada dia," kata seorang pengamat, Mao Yushi, blakblakan.
Transformasi kepemimpinan di Cina selalu menimbulkan ketegangan dan ketidakpastian. Cina, saat ini, merupakan negeri yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi nomor dua di dunia dan menjadi negara adidaya. Kepemimpinan baru di Cina mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dunia.
Xi, generasi pemimpin Cina kelima, dihadapkan pada tantangan besar dalam menghadapi masalah ekonomi atau reformasi di negaranya. "Saya rasa perkembangan ekonomi di Cina bakal sulit di bawah kepemimpinan dia," kata Mao lagi.
"Rakyat tidak memiliki hak mengecek penyalahgunaan kekuasaan pemerintah. Bahkan soal informasi tak pernah transparan. Kami pun kesulitan mengetahui lingkaran dalam kepemimpinan di Cina," dia memaparkan.
Pada masa pemerintahan Hu, pertumbuhan ekonomi Cina rata-rata mencapai 10 persen per tahun dan berhasil mengurangi jutaan rakyat miskin. Namun pertumbuhan ekonomi yang dahsyat itu meninggalkan persoalan lain.
Persoalan itu, antara lain, peran pemerintah dalam memegang ekonomi negara sangat kuat, termasuk kendali terhadap perusahaan milik negara. Bank Dunia menyarankan agar pemerintah seharusnya menyerahkan mekanisme ekonomi kepada swasta.
Di Cina juga terjadi jurang pemisah antara kaum kaya dan papa. Negeri ini melahirkan jutaan orang kaya yang berpenghasilan miliaran. Namun, di bagian lain, 150 juta rakyat Cina hidup dengan penghasilan US$ 1 per hari.
Sejumlah pengamat mengatakan, Xi memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dengan Hu. Dia lebih muda dan sangat paham mengenai Barat. Modal utama dia, antara lain, menjadi putra mahkota pejabat tinggi sehingga membuatnya tampak lebih kalem dan percaya diri.
Sun Zhe, staf pengajar dari Universitas Tsinghua, pernah bertemu dengan Xi. Dia mengatakan, Xi adalah seorang pemimpin alami yang memiliki karisma dan sanggup mendominasi ruangan yang penuh orang. "Xi akan menjadi seseorang yang berkepribadian berbeda. Beliau seorang kawan yang sangat menyenangkan," kata Sun.
Komentar lain datang dari Li Fan, seorang aktivis hak asasi manusia. Menurut dia, generasi baru Xi akan mencoba dan bertindak berbeda demi memenangkan dukungan rakyat. "Masyarakat mungkin mengatakan "ya", pemerintah ini baik. Tapi ada prasyarat bahwa para pemimpin baru akan memberikan ini (kebebasan) untuk menghindari tuntutan demokrasi," katanya.
BBC | CHOIRUL

liburan ke kutub utara


     Main ke Kutub Utara, Tidur di Hotel Es


TEMPO.CO , Jakarta: Jalan-jalan ke negara berempat musim mungkin sudah pernah Anda lakukan. Seperti merasakan musim gugur di Seattle, Amerika, atau bermain bola salju di Rusia.

Tapi pernahkah Anda terpikir bermain ke daerah yang super dingin? Misalnya ke Kutub Utara atau tidur di atas es? Bila Anda tergoda ingin mencobanya, hal pertama yang harus disiapkan adalah jiwa petualang. Selanjutnya, baca tip perjalanan ini.


 
1. Melintasi daratan Kutub Selatan
Perjalanan singkat ke Kutub Selatan bisa Anda lakukan dalam sembilan hari. Selama itu, Anda dapat menapaki kaki di gunung es, bertemu penguin, serta anjing laut. Untuk petualangan ini, agen wisata Peregrine Adventures membuka penawaran harga mulai dari £ 2.715 atau Rp 41,5 juta per orang.

Bila Anda ingin mengetahui Benua Putih lebih jauh ke dalam, tarif yang dikenakan pun lebih mahal. Sekitar £ 7.181, setara dengan Rp 109 juta per orang. "Paket ini bisa Anda temukan di situs peregrineadventures.com," tulis kanal berita Telegraph.

2. Menumpang kereta di Kutub Utara
Bila Anda mampir ke Kutub Utara, cobalah wisata tujuh malam bersama Tur Northern Lights. Dengan agen perjalanan itu, Anda bakal mengelilingi Lingkaran Kutub Utara dengan kereta api, menginap dua malam di Kepulauan Lofoten, dan naik kapal pesiar ke Tromso.

Perjalanan sepekan itu menarik biaya sebesar £ 1.575 atau Rp 24 juta per orang. "Tarif itu sudah termasuk tiket pesawat, kereta api, kapal pesiar, serta peginapan dan sarapan," tulis Telegraph.

3. Menginap di Hotel Es
Banyak hotel atau penginapan yang menawarkan kamar nyaman, lengkap dengan kasur empuk. Tapi bagaimana dengan tidur dalam hotel berbentuk balok es? Jika Anda tertarik, cobalah kunjungi discover-the-world.co.uk. Di sana, Anda bisa memesan kamar untuk tiga malam pada Hotel Es, Lapland, Swedia.

Kamar pada Hotel Es dibangun berupa susunan balok es dengan suhu minus 5 derajat Celsius. Untuk kasur, tersedia bulu hewan yang berguna sebagai penghangat. Untuk sampai ke sana, Anda dikenakan tarif £ 870 atau Rp 13 juta per orang, berangkat dari Bandara Heathrow, Inggris.

"Di sana Anda bisa bermain mobil salju dan melihat Cahaya Utara atau aurora," tulis Telegraph